Friday, 1 December 2017

Pengabdi Negara Di Sekelilingmu Yang Sering Terlupakan


Sebagian dari kita mungkin belum paham betul apa, siapa, dan bagaimana sih yang bisa kita sebut sebagai Pengabdi Negara. Apa saja yang mereka lakukan sehingga bisa disebut sebagai Pengabdi Negara, siapa saja mereka yang bisa kita sebut sebagai Pengabdi Negara, dan bagaimana cara mengabdi pada Negara itu sendiri sesuai dengan kemampuan kita atau mungkin profesi yang sedang kita jalankan.

Selain kita mempunyai hak yang dijamin hukum yang legal oleh Negara kita, jangan lupa, kita juga punya kewajiban yang harus dipenuhi sebagai warga Negara. Salah satunya adala mengabdi pada Negara. Terus, apa mengabdi pada Negara  itu harus ikut perang? Harus jadi polisi atau tentara dulu?
Apapun profesi yang kita jalani sejatinya merupakan salah satu bentuk pengabdian kita pada Negara. Terlepas dari apapun pekerjaannya dan apa yang kita lakukan. Dan banyak sekali orang yang menekuni profesinya yang sebenarnya, itu merupakan abdinya pada Negara namun kadang tidak kasat mata oleh kita, bahkan cenderung kita remehkan kehadirannya.  Padahal, kehadirannya tanpa kita sadari sangat kita butuhkan dan ternyata mereka adalah pengabdi Negara di sekeliling kita yang selama ini tidak kita sadari bahkan kita lupakan. Bisa tebak siapa saja orang itu?

1.      Pembersih Sampah


Source: www.instagram.com/yogas_
      Yang satu ini, yang paling penting diantara mereka yang terlupakan. Bapak/Ibu pembersih sampah. Nggak sedikit yang bahkan memandang mereka rendah, bahkan ada beberapa yang enggan berdekatan dengan mereka jika mereka lewat karena mereka dipandang kotor setelah memunguti sampah. Jika mereka membawa gerobak dan kita melewati mereka ketika berjalan, pasti sebagian dari kita refleks menutup hidung, pernahnggak kamu terfikir gimana perasaan mereka? Dan bagaimana kuatnya mereka mengerjakan pekerjaannya kalu kita yang lewat aja nggak kuat, gimana mereka yang bahkan menggendong sampah itu kemana-mana?

Kalau mereka tidak ada, mungkin lingkungan negaramu ini sudah dipenuhi sampah. Mungkin negaramu ini sudah sangat bau karena sampah yang menumpuk. Berbagai penyakit akan bermunculan karena sampah-sampah tersebut. Dan sayangnya, masih banyak dari kita yang malah memberatkan pekerjaan mereka dengan terus membuang sampah sembarangan.

2.      Petani

Source: Googl
Ah, nggak kebayang kan kalo profesi yang satu ini nggak ada di Indonesia, apa yang mau kita makan? Bahkan petani digolongkan ke salah satu profesi yang membangun peradaban manusia. Bagaimana tidak, mereka memilih bibit yang baik, lalu menanamnya. Setelah tumbuh, petani harus menyiangi rumput yang tumbuh bersamaan dengan berkembangnya benih, kemudian ngrabuk supaya tanaman subur dan menghasilkan banyak buliran padi. Belum lagi menjaga dari hama yang mungkin menyerang padi-padi yang sudah ditanamnya.

Belum selesai sampai disitu, petani harus menjamin gabah setelah dirontokkan harus kering benar supaya laku dan dihargai oleh para tengkulak. Yang paling menyedihkan adalah apabila dengan pengorbanan yang demikian besar tersebut, harga gabah ternyata jatuh dan pada akhirnya malah tidak menutupi ongkos produksi.

Apa kita tau betapa melelahkan dan menguras waktunya pekerjaan yang dilakukan para petani tersebut? Kita hanya tinggal membeli jadi beras yang sudah siap masak, hasil keringat dan usaha keras pak petani yang mungkin tidak dihargai terlalu tinggi. Makanya, mereka sebenarnya adalah salah satu pengabdi ngeri yang paling mulia di negeri ini.

3.      Guru

Source: Google
Pahlawan tanda jasa. Semua anak-anak bangsa lahir berkat dirinya. Guru merupakan salah satu penentu kemajuan suatu Negara karena merekalah yang mendidik dan membentuk akal serta karakter para generasi penerus bangsa setiap harinya. Apa yang sudah Negara kita capai hingga saat ini merupakan salah satu pencapaian dari para guru yang telah membimbing muridnya menjadi para generesi yang bisa mengharumkan nama orangtua, bangsa dan negaranya dalam pembangunan Indonesia.Namun tahukah kalian bahwa mereka masih menerima apresiasi yang terbilang rendah dibanding betapa penting dan berharganya peran mereka untuk Negara ini.

Padahal mereka adalah orang yang mulia, karena di tangan merekalah para generasi bangsa terus dibentuk untuk terus memajukan Negara kita. Dan karena itulah merkea juga dianggap sebagai pahlawan pembangunan. Mereka pun dituntut untuk menjadi “Ágent of Change” karena mereka tidak hanya garus pintar dan pandai di suatu bidang ilmu tetapi harus mampu menjadi motivator untuk setiap muridnya. Memotivasi anak didiknya agar penuh semangat dan siap menghadapi serta menyongsong perubahan untuk hari esok.

“Guru di dalam arti yang spesial, yakni menjadi pembentuk akal dan jiwa anak-anak.” – Soekarno.


4.      Supir Angkutan Umum

Source: Goog


Mungkin kalian dengernya langsung kebayang supir angkot yang suka ugal-ugalan, suka berhenti sembarangan dan bikin macet, suka marah minta uang ongkos lebih dan lain-lain ya? Tapi pernah kebayang nggak kalau mereka nggak ada? Dan angkutan umum nggak Cuma angkot kan, seperti ojek, kereta, busway dan lain-lain.

Kalau nggak ada mereka, mungkin macet di daerah Jakarta dan kota lain bakal jauh lebih parah karena kita semua bawa kendaraan pribadi sendiri. Udah ada mereka aja masih macet banget? Gimana kalau nggak ada mereka?

Seandainya pekerjaan ini tidak ada, nggak cuma jalanan yang pasti bakalan macet, tingkat kejahatan akan lebih tinggi, dan tentunya banyak pengangguran. Jadi, jangan lupa jasa mereka ya. Walaupun mereka kadang-kadang bikin takut dan suka bikin jengkel, tapi kan nggak semuanya seperti itu. Dibalik itu, mereka tetaplah sosok orang yang mencari nafkah untuk keluarganya. Mereka juga merupakan salah satu pengabdi Negara yang membantu Indonesia untuk menjalankan fasilitas transportasi umum yang ada untuk mengantarkan kalian ke tempat tujuan kalian.


5.      Kuli Bangunan


Source: Google
Pandangan pertama ketika kebanyakan orang mendengar seseorang berprofesi sebagai kuli bangunan pasti tidak sebaik pandangan mereka ketika mendengar mereka yang berprofesi sebagai PNS, dokter, polisi dan lainnya. Bahkan tidak sedikit orang yang menganggap orang-orang yang berprofesi sebagai kuli bangunan merupakan orang-yang berpendidikan rendah. Bekerja keras dalam kondisi apapun, panas ataupun hujan, mengangkut berbagai beban yang berat, namun gaji yang didapatkan tidak sebanding dengan tenaga dan usaha yang sudah dikeluarkan.

Tapi sadar nggak sih? Kalau mereka, bapak kuli bangunan itu nggak ada, kita nggak akan pernah melihat bangunan yang bentuknya bermacam-macam seperti yang kita lihat sekarang. Karena sejatinya, seorang arsitek hanya bisa merancang, sedangkan bapak kuli bangunan itu lah yang menjadikannya nyata. Negara ini tidak akan mempunya bermacam gedung ataupun fasilitas umum jika mereka tidak ada, bukan?


Jangan pernah memandang sebuah profesi dan pekerjaan sebelah mata ya. Walaupun pekerjaan tersebut tidak menghasilkan gaji yang lebih, tapi hendaknya kita harus mengapresiasi setiap pekerjaan selama pekerjaan itu baik dan tidak merugikan orang lain.


Jangan lupa untuk selalu memberikan yang terbaik untuk apa yang kamu lakukan di setiap pekerjaanmu, karena sejatinya setiap profesi yang kamu jalankan adalah bentuk pengabdianmu kepada negeri ini. 

No comments:

Post a Comment

Cheers! - LAZIA DENEF